Api di Tungku Ini Hampir Padam

Kita duduk berdua
Api itu masih ada
Pasir sepi mengisi sela jari
Menunggu siapa lebih dulu pergi
Air mata turun menyusuri pipiku
Ditangkup lengkung senyum palsu
Kita enggan beranjak pergi
Hanya ingin tak saling sakiti
Api itu hampir padam
Maka dekap aku tuk meredam
Menjaga tungku kasih yang hampir padam
Bersamamu, tak ada dingin yang tak kugenggam
