Aku Hanya Ingin Mencintai, Bukan Melukai

Mencinta adalah mengambil risiko tak dicintai kembali. Mencintai tanpa harus memiliki? Aku rasa hanya ada dalam dongeng. Setiap cinta, sedikit atau banyak, akan meminta kembali, meskipun hanya berupa senyuman bahwa dia cukup bahagia disajikan cinta walaupun tak punya cinta untuk membalas.

Mencintai diam-diam adalah sebuah keharusan menyiapkan diri mendapat balasan cinta diam-diam pula, atau penolakan diam-diam juga.

Semua orang hanya ingin mencintai dan dicintai. Namun mana yang harus didahulukan? Mencintai atau dicintai. Beberapa orang mencintai dan berharap dicintai, beberapa lainnya hanya akan mencintai jika ia dicintai terlebih dahulu. Ada persamaan hasil antara kedua hal tersebut, luka.

Pengharapan selalu berbanding lurus dengan kemungkinan kekecewaan yang didapat. Semakin kamu berharap, maka semakin besar kemungkinan kamu akan kecewa.

Mencinta seperti menggenggam seekor burung. Jika kamu menggenggamnya terlalu erat, maka akan mati. Namun jika menggenggamnya terlalu longgar, dia akan pergi. Jika kamu melakukan salah satu dari kedua hal tersebut, tetap hasil akhirnya adalah luka. Di hatimu, atau hatinya.

Pilih mana? Aku selalu benci pilihan, tapi lebih benci lagi jika tidak punya pilihan sama sekali. Ada kalanya ketika kamu hanya ingin mencintai, kamu hanya berakhir dengan melukai.

Aku lebih baik dilukai, karena ketika kamu dilukai kamu selalu punya objek untuk disalahkan, dimaki-maki. Apa bedanya dengan melukai? Melukai orang lain, apalagi orang yang kamu sayang, hanya menyisakan dirimu sendiri untuk disalahkan. Selamanya, kamu hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

photo: ludomanxD

“Kamu hanya bisa melihat dirimu hancur di depan bayanganmu sendiri.

Aku hanya ingin mencintai, bukan melukai.

About these ads
23 comments
  1. umikow said:

    :’(((( sedih akunya

  2. aii said:

    so touchi! heheee

  3. ela said:

    nancep banget kata katanya .

  4. Thanks for all responses :)

    Gue gak nyangka banyak yang sedang senasib dengan tulisan gue yang ini, khususnya saat gue publikasi pertama kali. Senang bisa mewakili melalui tulisan.

  5. Lintang said:

    nyesek banget looh baca postingan yang ini :” ngena bgt dihati gue </3

  6. nana said:

    Gue baca tengah malem gini, langsung tersentuh gimana gitu amazing bang :’)

  7. asma.chubby said:

    Kata2nya bagus tapi bikin mewek
    Hiks hiks…

  8. Tifana said:

    Setelah baca novel dan racikan kata kakak, gue jadi berani ngaku sama seseorang kalo gue sayang dia. Nyesek sih tapi lega banget :)

  9. adela said:

    KEREN :)

  10. oka said:

    edaaannnn… kata-kata terakhirnya. :’)

  11. Taufik said:

    Bang dengan sangat terhormat gue mau tulisan ini gue pajang di blog gue taufikmuhammadm.blogspot.com , jadi minta ijinnya ya :)

    • Okebro. Selama sumbernya dicantumin, akan selalu dengan senang hati. :)

      • taufik said:

        Siap.. sumber selalu di cantumkan. thanks bro :D

  12. viie said:

    jjlebbbb bgt ka :’(

  13. Rahma PiiLeppii said:

    Selalu awesome :’)

  14. Maulina Oktriananda said:

    Bang ini pas banget!!!!!!

  15. aku hanya ingin mencintai , bukan melukai
    oke bang okeeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: