grayscale photogaphy of man sitting on concrete bench

Mainkan lagunya sebelum larut dalam racikan kata.

 

Bagian terburuknya…

 

saat kau hancur, kau tidak diperbolehkan bercerita dan berbagi kepada siapa pun.

saat kau menyadari, kau tidak mampu menarik waktu kembali.

saat kau berusaha bangkit, semua jatuh lagi.

saat kau ingin sayangi, kau berakhir menyakiti.

 

Bagian terburuknya… kau hanya menemukan dirimu sendiri di tengah puing-puing kehancuran.

sayangnya “memaafkan diri sendiri” dan “sulit” adalah dua kata yang sering bersama dalam sebuah kalimat.

Terus berjuang. Maafkan dirimu sendiri. Meski sulit, bagian terbaiknya, itu tidak mustahil.

Advertisements

Baca sembari dengarkan lagunya.

IMG_9435

Aku tak pernah semelankolis ini saat datang ke sebuah taman bermain.

Dufan. Satu tempat yang tak kusangka memiliki banyak kesamaan denganku.

Seperti romantisme setiap lembar baru dari cerita hidup kita, Dufan punya wahana dengan segala romantisme dan naik-turunnya. Adrenalin yang mengalir menguap jadi tawa dan bahagia. Lelah dalam langkah tak terasa karena larut dalam momen bahagia yang kelak akan selalu terkenang.

Layaknya manusia berjalan dalam setiap tahap kehidupan, seperti aku, Dufan tumbuh.

Memasuki chapter baru dalam hidup. Seseorang mulai belajar mengais satu persatu keping kekurangan di masa lalu, demi menjadi diri yang lebih baik. Siap menyambut tantangan baru, sosok-sosok baru, cerita baru, dan siap mengubahnya menjadi kehangatan dan kegembiraan baru. Begitulah seharusnya manusia, bertransformasi, menjadi lebih bijaksana. Dufan –layaknya kita– memiliki gerbang baru yang lebih megah dan siap melejitkan setiap kebahagiaan keluarga yang hadir.

Selama lebih dari 20 tahun dan puluhan kali berkunjung, Dufan mengajarkanku bahwa hidup tak ubahnya seperti wahana. Akan selalu ada naik dan turun, akan selalu ada lelah, akan selalu ada kesabaran yang dibutuhkan. Namun itu semua memberi kita arti lebih akan suatu kebahagiaan. Bukan hanya kebahagiaan diri sendiri, tapi saat kita dapat melihat orang yang kita sayangi bahagia. Karena itu yang utama.

IMG_7975

Pada akhirnya, saat seseorang melangkah naik, perlahan belajar menjadi pemimpin, seseorang akan menyadari bahwa hidup ini bukan hanya tentang “aku”.

Ia tambatan hatiku, mereka buah hatiku. Mereka duniaku.

Dunia Fantasi rupanya sama denganku. Dufan mengerti bahwa ketika kita sayang pada orang lain, kita akan mengupayakan apa pun untuk mereka. Karena itu, Dufan berencana membangun 9 wahana baru, yang lebih akrab dengan keluarga dan buah hati kita.

  • Kolibri
  • Paralayang
  • Karavel
  • Turbo Drop
  • Zig Zag
  • New Ontang-Anting
  • New Fantastique
  • Baling-Baling
  • Haunted Coaster

Suatu langkah besar melewati gerbang baru nan megah. Semua dilakukan hanya dengan satu alasan yang sama dengan tujuanku,

“Hanya ingin melihat keluarga bahagia.”

Terima kasih, Dufan.

Terinspirasi dari event Dufan Blogger Day, 10 Maret 2019

9 Wahana baru akan hadir di pertengahan dan akhir 2019

Hari ini bumi baru saja kehilangan pahlawan terbaiknya.

iamgeekingout_2018-Nov-13

Terima kasih, Stan, telah membuat saya percaya bahwa setiap orang punya superpowernya masing-masing.

Kita hanya lupa kalau superpower bukan hanya milik superhero, tetapi juga milik supervillain. Dan kejutannya, kita bisa saja menjadi superhero dan supervillain dalam waktu yang bersamaan.

Kekuatan yang besar selalu datang bersama tanggung jawab yang besar, sehingga tidak sedikit orang yang tidak bisa mengendalikannya, bisa mengendalikannya tetapi menyalahgunakannya, atau yang paling menyedihkan (atau melegakan?) punya superpower tetapi tidak menyadari itu sama sekali.

Ada mereka yang punya superpower membuat orang jatuh cinta hanya dengan satu senyuman. Namun dihantui rasa bersalah karena puluhan yang datang dengan niat baik, malah pulang dengan hati tercabik.

Mungkin juga ada yang memiliki superpower untuk bertahan pada satu hati sekian lamanya, tetapi kemudian terperangkap membeku tak sanggup untuk memulai dengan yang baru. Menggali cinta sangat dalam, sehingga merangkak keluar menjadi sesuatu yang terasa mustahil.

Pada chapter lain, ada sosok dengan superpower luar biasa penyayang. Namun diikuti hati yang hyper-sensitif terhadap omongan orang lain. Hasilnya. Sakit hati. Setiap hari.

Beda cerita superpower kegigihan berlari mengejar sosok yang diimpikan, lalu kemudian malah menjadi kejam akibat kekebalan rasa pada yang lain. Dengan mudah menganggap semuanya biasa saja pada orang yang selalu ada. Membunuh rasa tanpa sengaja.

Dan yang ini, favorit saya –karena saya sendiri yang sering tidak bisa mengendalikan–, superpower untuk menghancurkan sesuatu yang berharga, yang dibangun dengan waktu dan kesabaran, dihancurkan di detik-detik akhir. Singkatnya, membuat semua berantakan hanya dengan satu jentikan jari. Sialnya, hal ini dihantui kekuatan untuk mengambil tanggung jawab sendiri. Menyalahkan semua yang terjadi pada diri sendiri.

Pada akhir hari, setiap kekuatan menciptakan perjalanan. Selama tidak membunuhmu, kejatuhan hanya akan membuatmu kuat. Hanya perlu doa agar tokoh pendamping dan penonton tidak berhenti terlibat dalam cerita, sampai kesimpulan datang di ujung jalan.

Jadi, apa kekuatan supermu?

Tidak pernah ada yang berkata ini akan mudah.

Fighting for someone has never been easy. For me. For you. For us. Anyone.

Ketika kamu pikir ini adalah tentang berlari, pada akhirnya hanya akan ada lelah menghantui. Tidak ada yang bisa dipetik dari sesuatu yang terburu-buru. Karena, ini adalah tentang langkah demi langkah. Tidak tidak… lebih sedikit dari itu. Inci demi inci, yang di antara jaraknya terhampar bebatuan, yang di setiap detiknya dingin menyerang memilukan.

Sebelum berlayar, seringnya kita melupakan untuk melihat dari ketinggian. Mercusuar di ujung dermaga, memberikan gambaran jelas kapal-kapal yang karam karena ketidaksabaran. Kabut tebal di tengah samudera, mengelamkan segala yang terlihat di ujung mata. Desir ombak, tak sabar ingin menggulung tanpa kasihan.

Kadang kita lupa, ketika dihantam kenyataan, darah cinta mengalir dalam bentuk air mata dan doa. Namun ini bukan tentang berapa kali kita jatuh, bukan soal berapa kali kita saling menyakiti. Bukan pula tentang siapa yang menang antara ego atau kesalahan.

Ini soal waktu.

Kita hanya bisa melihat apa yang diajarkan hidup, jika kita memberikan waktu padanya, dan melewati segala pedihnya.

Seperti gurun tanpa ujung, namun ada keindahan langit penuh bintang di setiap malamnya. Seperti hujan tanpa reda, tetapi ada ketenangan dalam setiap rintiknya. Seperti dingin yang menusuk, ada hangat dalam temu, tawa, berbalut pelukan.

Kita hanya perlu melewatinya untuk tahu apa yang ada di baliknya.

 

Meski sama-sama penuh luka dan dengan tangan berlumur air mata, kita terpapah-papah melalui ini semua. Saling bopong melewati waktu. Dan ketika malam datang, langit semu bertanya padaku,

“Mengapa kamu berjalan sejauh ini?”

Tanpa jeda, dengan satu degup jantung, aku tahu apa alasanku sampai segininya.

Karena aku cinta kamu sampai segitunya.

headline

via Tumblr

Alunkan dan rasakan

Pernahkah kamu marah pada dirimu sendiri hingga rasanya ingin memukul wajahmu sekeras mungkin sampai kamu mati?

Bukan karena bumi bergemuruh atau langit runtuh, tetapi lebih buruk dari itu. Lebih putus asa daripada itu. Karena…

Dia mencintaimu

Kamu melukainya

Pada malam saat kamu tidur. Kamu berharap bayangan buruk akan larut bersama mimpi. Atau kamu merelakan diri, berharap mimpi indah datang memanipulasi kenyataan. Mengembalikan sesuatu yang tak dapat dikembalikan. Waktu.

Pagi hari saat kamu terbangun. Hanya tatapan kosong yang memancar dari sepasang matamu yang mencerminkan hati yang berlubang. Lubang yang kamu gali sendiri. Lubang yang tercipta karena ulahmu sendiri.

Air yang mengalir dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kamu berharap bisa menyegarkan raga, meskipun sebenarnya hanya tipu daya. Tetapi setidaknya, hanya sesaat, hanya sepersekian detik. Nyatanya, hanya harapan yang mengalir luruh bersama air melalui sela-sela di sudut lantai.

Pada akhirnya, saat kamu melihat bayanganmu di cermin, kamu tidak melihat dirimu sendiri. Kamu melihat sosok lain. Kamu melihat sisi gelapmu. Kamu melihat monster yang kamu harap tidak pernah menjadi bagian darimu. Kamu melihat dirimu yang berantakan dan memberantakkan.

Rasa sesal itu seperti laut, yang bisa sesekali pasang sesekali surut. Kadang tenang kadang gaduh. Dan hanya satu yang bisa kamu lakukan, belajar untuk tak tersedak di dalam setiap gelombangnya.

via Tumblr

via Tumblr

Tahu apa hal yang lebih buruk yang bisa terjadi?

Tak ada yang bisa menyelamatkanmu.

Kamu bisa lari, kamu bisa sembunyi. Dari orang lain. Tetapi tidak dari dirimu sendiri.

Tidak ada yang lebih menyakitkan dari melihat orang yang kamu cintai sakit karena kebodohanmu sendiri. Kamu tidak bisa menemukan apa pun untuk disalahkan selain dirimu sendiri.

Dan pada akhirnya, yang terburuk dari semua ini adalah…

Kamu harus hidup dengan kenyataan itu.

Dirimu tak pernah kembali utuh. Dirinya mungkin tak akan pernah kembali seperti dulu. Dan kamu semakin mengasah kemampuan terbaikmu, yaitu: menghancurkan setiap apa pun yang telah kamu bangun.

Karena menyakiti orang yang kamu sayangi lebih menyakitkan dari sakit.

Via Tumblr

Via Tumblr

Alunkan lagu ini sebelum membaca:

 

Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.

Pada sebagian besar waktu dalam hidup, aku sering tidak bisa menerima begitu saja.

Aku sering tak percaya apa yang dikatakan orang.

Bagiku, jawaban dari orang lain hanya menambah tanda tanya.

 

Aku lebih percaya kepada hidup.

Tuhan bersama semesta-Nya lebih jujur daripada jujur.

Ia memberikan pertanda kepada setiap makhluk-Nya.

Kita, makhluk yang tak pandai membaca.

 

Ada seorang bijak pernah berkata bahwa kadang kita tak bisa bersama dengan yang dicinta.

Aku berkali-kali bertemu dengan orang yang harus merelakan cintanya dan menerima cukup yang ada.

Merelakan yang telah pergi sedang batin dan raga menjerit berusaha meraih hadirnya.

Kondisi yang beberapa orang coba jalani selamanya dalam hidupnya.

 

Tapi maaf, aku tidak bisa.

Aku tidak bisa untuk tidak menghidupi mimpiku.

Aku tidak bisa untuk merelakan seseorang yang tak tergantikan.

Aku tidak sanggup bila itu bukan kamu.

 

Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.

Karena aku tak ingin berakhir seperti mereka.

Aku tidak akan menuruti perkataan “cinta tak harus memiliki”.

Aku mau memiliki cintaku, itulah mengapa aku memperjuangkan kamu.

 

Aku pernah bermimpi mewujudkan mimpi bersama kamu.

Sebuah mimpi yang tercipta dari alam bawah sadar yang paling dalam.

Yang bahkan aku sendiri tak tahu mengapa aku memimpikannya.

Sampai aku sadar, bahwa mimpi itu harus kuhidupi.

 

Mimpi yang pernah aku rusak sendiri.

Tetapi seperti yang selalu hidup ajarkan kepada aku, aku harus memperbaiki semuanya sendiri.

Itulah mengapa, aku memutuskan untuk tidak menyerah atas kamu.

Aku memilih untuk tidak merelakan kamu.

 

Jika aku ikut percaya seperti orang lain bahwa cinta tak harus memiliki,

Mungkin kini kita tak bersama lagi.

Bersyukur aku kembali padamu,

Sehingga kini aku bisa mewujudkan separuh mimpiku.

 

Terima kasih telah menjadi rumah melalui tatapan lembut itu.

Terima kasih telah menjadi selimut melalui dekap hangat itu.

Terima kasih telah menjadi separuh mimpiku.

Terima kasih telah menjadi sekarangku.

 

Sekarang, genggam tanganku.

Tidak akan pernah aku lepaskanmu.

Temani aku mewujudkan separuh lagi mimpiku.

Menghabiskan sisa hidupku, bersamamu.

IMG_6896 copy

 

Semuanya baik-baik saja, M.

Karena aku dan kamu, telah kembali menjadi kita.

 


 

Via Tumblr

Via Tumblr

Aku tidak pernah mengerti mengapa Tuhan menciptakan kita berjauhan. Tetapi aku lebih tidak mengerti lagi mengapa dan bagaimana bisa Tuhan mempertemukan kita. Semua ini memiliki alasan.

Namun ketika aku berusaha mencari apa maksud dari ini semua, aku terhalang oleh jarak. Seperti para biksu dan guru pada setiap film kolosal, seperti Chinmi dari serial manga Kung Fu Boy yang berguru untuk membelah bulan di air, aku justru menjadikan jarak adalah guruku. Guru kehidupan, guru spiritual, guru seni.

Terkadang kita hanya harus berhenti melawan untuk menang.

Jarak Mengajari Kita Percaya

Sesungguhnya jarak terjauh adalah ketika pasangan selalu bertemu tapi tidak adanya rasa percaya.

Sesungguhnya jarak terjauh adalah ketika pasangan sering bertemu tapi selalu sibuk sendiri-sendiri.

Sesungguhnya jarak terjauh adalah ketika pasangan berdekatan tapi tak ada yang memprioritaskan satu sama lain.

Sesungguhnya jarak yang hitungannya kilometer bukanlah apa-apa jika cinta kamu dan dia itu forever.

Jarak Mengajari Kita Sabar

Via Tumblr

Via Tumblr

Hanya memiliki waktu yang singkat untuk bertemu, lalu mesti menunggu lama untuk bersua lagi. Kurang pelajaran sabar apa lagi?

Ketika ada percikan-percikan pertengkaran kecil, kita terpaksa dan dipaksa oleh keadaan untuk bersabar. Tak apa, itu latihan. Dengan begitu, kesabaran akan melingkupi kita dan bisa lebih mengerti kesabaran.

Jarak Mengajari Kita Waktu

Dengan jarak, kita jadi semakin tahu bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, mesti ada banyak hal yang dikorbankan. Bukan hanya materi dan tenaga, tetapi juga waktu. Semuanya harus diatur sebelum waktu bertemu tiba. Saat-saat mengatur itulah, kedawasaan ditempa.

Via deviantart

Via deviantart

Dengan Jarak, Kita Bisa Melihat Lebih Jelas

Coba dekatkan suatu objek sampai sedekat mungkin dengan mata, apakah kamu bisa melihat sesuatu?

Kita butuh jarak untuk bisa melihat.

Dengan jarak, kamu bisa melihat apakah seseorang benar-benar mencintai kamu atau tidak.

Kalimat itu sangat sederhana, namun pikirkanlah. Ada banyak makna di dalamnya.

Jarak Mengajari Kita Mengalahkan Musuh yang Lebih Nyata

Ego.

Menang atau kalahnya suatu hubungan, dapat dilihat dari apakah bisa meruntuhkan ego masing-masing.

Jarak Mengajari Kita Usaha Jauh Lebih Besar Dari Sekadar Bicara

Via Tumble

Via Tumblr

Jarak membedakan mana orang yang sekadar bicara, dan mana yang perbuatannya nyata.

Jarak Mengajari Kita Untuk Saling Menemukan

Via Tumblr

Via Tumblr

Via Tumblr

Via Tumblr

Dan mengapa jarak begitu mengajari kita banyak hal. Semua ini pasti memiliki alasan. Aku yakin alasannya adalah, kita.