(Semoga) Kita

Kita. Sebuah kata yang (semoga) menjadi tujuan bagi aku dan kamu. Belum terwujud (semoga) hanya karena detik itu belum sampai pada putaran akhirnya mengemban tugas mempersatukan. Dalam doa, namamu selalu aku sematkan, (semoga) menjadi doa yang baik untuk kita, (semoga) kamupun begitu. Banyak doa yang sudah kuucap, sepertinya belum ada yang terkabul. Aku yakin (semoga) Tuhan bukan tak mengabulkan doaku. Ia hanya menyimpannya, hingga waktu yang tepat datang.

Ketika waktu itu sudah tiba, (semoga) Tuhan akan melepas semua doa yang kuucap, menghamburkannya pada semesta sebagai tanda ada pekerjaan yang harus semesta selesaikan. Dan aku, tak pernah ragu dengan cara kerja semesta.

Biarkan aku berdoa lagi, sayang. (semoga) Kamu pasti bersedia mengamini juga, kan?

Semoga sepi yang hadir menelusup dalam setiap malam, hanyalah cara Tuhan mengingatkan aku rindu akan kamu rasanya tak tertahankan.

Semoga kita hanya dua orang sendiri yang pernah saling memimpikan, hanya saja belum ada keberanian untuk menyatakan.

Semoga kita hanya dua hamba yang saling mengirim doa, mengamini bersama, yang ternyata doanya memohon untuk saling melengkapi.

Semoga kita hanya sepasang insan yang saling mau, hanya saja menunggu waktu yang tepat untuk bersama.

4 comments
  1. grandadb said:

    Semoga :’)

  2. hasna said:

    Semogaa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: