Sepi

Pagi ini aku terbangun lagi. Tidak ada yang berbeda. Masih aku terbangun sendiri, bukan kamu bangunkan sebagai pertanda hati itu terbuka lagi.

Aku tak mendapati satu halpun berbeda, kecuali perasaanmu. Kini sudah berbeda. Sejak kamu pergi, kursiku tak pernah menghadap jendela lagi, terlalu iri melihat burung bermain bersama air. Matahari seolah enggan menyapa lagi.

Kamu, buatlah yang akan duduk di kursi itu ceria lagi. Kembalilah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: