YTH, Ayah yang Kuharap Menjadi Ayahku

Foto: spesial

Dengan hormat (dan cinta untuk anakmu),

Perkenalkan, aku pria lancang yang mencintai anakmu. Pria ini mungkin tak sehebat Ayah. Tapi jika bicara soal ketulusan, aku berani menantang Ayah.

Mengapa aku mengirim surat ini kepada Ayah, bukannya Ibu? Karena Ayah sangat mirip dengan anakmu yang aku cintai (juga mirip seperti bukit di gurun), hangat, tapi sulit untuk ditaklukkan.

Tidak, aku tidak berniat menyuapmu dengan kata-kata berantakan di secarik kertas ini. Namun bolehkah aku menyuap Ayah dengan ketulusan dan kebahagiaan untuk anakmu?

Ah, maaf, Ayah. Aku memang bukan dari ‘kahyangan’ seperti Ayah. Aku juga bukan calon dewa pengungsi ‘kahyangan’ sana, seperti saingan-sainganku yang mencoba mendekati anakmu juga. Aku berpijak tegap di bumi, diterpa angin, ditusuk dingin. Hanya mencoba terbang, itu yang bisa aku lakukan untuk meraih bidadarimu. Aku tidak tahu pasti cara yang benar, hanya mengikuti apa kata hati.

Aku bukan Sun Go Kong yang bisa seenaknya naik ke kahyangan, apalagi aku bukan Jaka Tarub yang bisa dengan mudah menikahi bidadari. Aku hanya si pungguk, merindukan bulan. Mungkin dalam kisah ini, aku pungguk yang keras kepala dan enggan menyerah. Maaf jika itu menyebalkan.

Ayah, ingatkah saat anakmu berulang tahun? Aku datang magrib-magrib, maaf jika kurang sopan waktu itu. Jantungku sontak rasanya copot ketika aku mengucap salam, sosokmu yang muncul dari jendela. Rupanya Ayah waktu itu sedang bersiap ke masjid.

Itu terakhir kalinya aku mengunjungi ‘kahyangan,’ karena hingga kini aku hanya mencapai hampir ke ‘kahyangan,’ lalu kembali pulang ke bumi. Tapi apa yang tak bisa aku lupakan? Ucapan darimu, “Hati-hati di jalan,” yang membuat aku meleleh dan yakin bahwa tidak mustahil untuk terbang.

Calon kakek dari anak-anakku kelak, percayalah, anakmu mengenal aku. Aku memilihnya bukan karena dia dari ‘kahyangan,’ melainkan karena bisa menerima aku, manusia biasa ini, apa adanya.

Ayah, aku punya satu permintaan, mungkin terdengar seperti sebuah perjanjian. Jika ketulusanku dalam mencintai anakmu kalah darimu, dan jika aku menyakiti bidadari kecilmu, Ayah boleh langsung turun dari ‘kahyangan’ dan spontan menghunjam aku dengan belati kebencian terbesar dari langit.

Ayah, aku gugup ketika menuliskan surat ini. Tubuhku gemetar, mataku berkabut, aku tidak tahan. Kita baru bertemu tiga kali. Maaf jika mengecewakan. Namun kuharap kita diberi kesempatan untuk duduk berdua, berbicara.

Itu saja yang ingin aku sampaikan.

Salam untuk anakmu yang paling cantik.

Tertanda,

Manusia lancang yang ingin menjadi anakmu (juga)

39 comments
  1. Anna Maharani said:

    so beautifull….🙂

  2. puspa triana said:

    Anjiiir astaghfirullah sumpah demi apapun gue mau punya cowok seromantis ini!!! Sumpah keren bangeeet (y) saluuuut!!!!!!!!

  3. Fasta said:

    keren tulisannya *ngefans mendadak*

  4. Ardha said:

    akhirna di update juga blogna ..😀😀

    tulisan ini, hmm tulisan ter’gentle’ yang pernah aku baca … beruntung ya jadi bidadari ayah .. haha😛😛

  5. sibair said:

    ah, ramuan kata ini cantik bgt ommm

  6. zulaikhah noor fajjriah said:

    so sweet.. ^^

  7. romantis dan nggak lebai, epic lah pokoknya..

  8. mahendralee said:

    merinding jezzz….. aku ngebacax….. \m/

  9. Windie said:

    Pengen dooonk, jadi anaknya ayah tu…. :p

  10. DEWA said:

    nih crita’a mw ngelamar ?

  11. DEWA said:

    tp manteb jg nih,
    bwat jurus Hahaha…

      • smga nasib kita sama2 baik kaka :’)
        tuhaaaan dgr hambaMu ini

  12. umikrachmi said:

    Om landak gaulllll.. Aaaaa

  13. nay said:

    Wowww…

  14. niidass said:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa it’s so sweet kaak!!!!!!!!!!!!
    terharu banget bacanya :’)

  15. chika said:

    Tulisan ter-gentle sekaligus sweet yg pernah gw baca. Merinding banget pas ngebaca ini. Pengen punya orang yg kaya gini juga :’))

  16. like this one. makasih ya, udah bikin kata kata yang paling ingin di dengar semua calon istri di dunia.

  17. Aryanti LK said:

    Ya Allah nyentuh banget. Andai aku jadi bidadarinya klepek2 deh🙂 keren!

  18. Nabiila said:

    Can’t hold my tears anymore gara2 bayangin dia ngomong hal kyk gini ke ayah🙂 beruntung bgt yg jadi cewe lo ka :’)

  19. gue nangissss bangggg!!!! terharu bgtttttt :”””)

  20. putrielsianni said:

    Sumpahhhhhh yaaaaaaa ini sweet bangetttttttt…cowok kaya lo bang ada berapa biji sih diindonesia?

  21. Aprilia said:

    Andai aja ya bang :’) Sayang sekali, yg akan dikirimi surat udah gak ada……… Lalu si pria lancang akan mengirim surat untuk siapa? :’)

  22. dieta anggara said:

    Wahh, paraaahh !! Jadi netes netes gini (˘̩̩̩ε˘̩̩̩ƪ) so beautifull , so sweet :’)
    Akku anak ayah yg paling cantik (ʃ⌣ƪ)

  23. khair lazuardi said:

    cuma bisa bilang waw..double waaw.bahkan sambil cengo terus terusan bilang waaawww tanpa bisa mingkem..hehe.

  24. meyta said:

    Terharu bacanya :”) itu baru namanya pria “gentle”

  25. Susan said:

    Aku susah berkata-kata rasanya.. Semuanya mau dikeluarin.. Tapi…….. Aseli ini suratnya so sweet bang :’)

  26. Hana said:

    Baaaanggg, kirimin ini ke bokap gue dong aaaaaaaaaaaa <

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: