Surat Rindu yang Tak Perlu Dibalas

Foto: spesial

Bagaimana mungkin pria dan wanita, dua makhluk yang saling bingung karena sifat lawan jenis masing-masing, bisa jatuh cinta?

Bagaimana mungkin pria dan wanita, yang konon berasal dari planet yang berjauhan, yaitu dari Mars dan Venus, bisa saling merindukan padahal sama-sama sedang berada di bumi?

Ah, pertanyaan klise itu memuakkan, memekakkan telinga. Namun apa yang lebih lumrah dari kalimat “aku rindu kamu”? Rindu yang tak berbalas. Setidaknya begitu bagiku.

Semua hal memang tak harus tersurat, tapi tak semua manusia memiliki kepekaan tinggi terhadap yang tersirat. Mulut-mulut itu berucap, “Tenang saja, dia juga pasti merindukanmu.”
Mungkin. Mungkin. Mungkin.
Cuma kata itu yang terus-terusan dimentahkan pikiran melalui mulutku.

Berpikir positif. Ah, sudah. Sejak awal hingga kini aku berpikir positif. Aku menanamkan kalimat “kamu juga rindu aku” dalam benak. Namun benakku tidak cukup bodoh untuk tidak meminta bukti. Kepada semesta, aku meminta bukti sebagai alasan aku bisa tetap terus rela benih kalimat positif tersebut tertanam dalam benak.

Entah aku yang kurang peka membaca sinyal rindu yang kamu beri, atau memang kamu yang belum mengirimnya sama sekali.

Rindu yang tak berbalas membuatku terlihat gila, atau aku memang benar-benar sudah gila. Bahkan ketika seseorang yang memang dikenal lucu melucu di depan banyak orang, membuat orang-orang terbahak-bahak, tetapi tetap saja wajah dan tatapanku seperti hasil persilangan antara layar televisi, kulkas, dan dompetku. Datar, dingin, dan kosong.

Rindu yang tak berbalas itu seperti lubang hitam. Menyedot habis semua senyum, tawa, dan canda yang aku punya.
Kita duduk berdekatan, tapi kita sendiri-sendiri.

Sayang, surat ini tak perlu dibalas. Tetapi balaslah rinduku, maka aku akan tetap waras.

7 comments
  1. Tisa said:

    Rancakbana :-*

  2. juni marantika said:

    Aku pernah merasakan sebuah rindu yg tak terbalaskan…
    Malah yg aku dapatkan tak sama sekali yg aku harapkan..
    Sampai sekarang aku msh mrasakan rindu yg sedikit demi sedikit yg suatu saat akan meledak…
    ntah sampai kapan rasa rindu itu terbalaskan😥

  3. Winda Novianti said:

    Selalu suka tulisanmu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: