‘Benang Kusut’ Menuju Hatimu

Foto: spesial

Mencintai kamu tak pernah mudah. Seperti mengumpulkan sekeping demi sekeping peta menuju hatimu. Sudah kususuri lika-likunya, akan tetapi tak kunjung mencapai cintamu. Bahkan sampai menyentuh pun tidak.

Kadang aku tak mengerti, apakah aku yang tidak cukup berusaha meraihnya, atau jalan menuju ke sana yang terlalu rumit? Ya, aku sedang berbicara tentang hatimu. Jika kamu memang punya perasaan yang sama denganku, mengapa bisa serumit ini?

Atau kamu hanya berusaha memperumitnya agar aku tak pernah sekalipun berhasil sampai ke sana?

Apakah cinta seperti ini? Hanya satu pihak yang berusaha meraih ke pihak lainnya?

Aku yakin itu, cintamu begitu berharga. Oleh karenanya aku rela mati berdiri sambil mencari jalan menuju ke sana. Namun apakah arti cintaku bagimu? Sehingga semuanya harus selalu aku. Apakah hatiku tak cukup berharga bagimu sehingga kamu tak berusaha menggapainya sama sekali?

Aku merasa langkah yang harus aku tempuh menujumu seperti benang kusut. Dan aku terjerat di dalamnya. Tak pernah menggapai ujung, tak juga mampu keluar.

Tolonglah, sayang, jangan biarkan aku mencari yang lebih sederhana. Aku hanya mau kamu. Maka, maukah kamu menyederhanakan cinta?

Sederhanakan cinta. Sesederhana namaku diucap ibu dalam doa.

17 comments
  1. Umcnr said:

    Keren banget bang :’3

  2. wah … hati wanita memang rumit … kemungkinannya cuma dua, dia mau tahu seberapa besar perjuangan kita atau dia tidak mengharapkan kita tapi sulit untuk berkata jadilah berumit-rumit ria *kebawa emosi* hehe😀

  3. mega said:

    koreksi bang, kok ada kata “sehinggu”?

  4. yg pertama aku lihat picture nya bang, kok pas banget gitu ya sama suasana hati aku wkwkwk

  5. tia agustina said:

    nyentuh banget masbro!!! bikin novel gihh

  6. bagus, ka..tulisannya menyentuh banget..TOP dech buat ka..

  7. Alfin said:

    Kadang dunia emang ngasih pilihan yang rumit.

  8. hana muthia said:

    “Aku merasa langkah yang harus aku tempuh menujumu seperti benang kusut. Dan aku terjerat di dalamnya. Tak pernah menggapai ujung, tak juga mampu keluar.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: