Archive

Monthly Archives: July 2012

Foto: litdiva

Aku tidak pernah lelah mengguratkan pena kisah kita bertintakan kenangan.

Aku tidak percaya bahwa tidak ada yang abadi, mungkin cintamu iya.

Aku tidak mengerti apa yang akhirnya mendorongku untuk menetapkan hati.

Aku tidak ingin menjadikan kenangan ini berceceran.

Mewujudkannya dalam bentuk susunan bab demi bab berisi kisah kita nampaknya akan menjadi kisah romantis yang pernah aku alami. Maka izinkan aku membubuhkan sekisah demi sekisah kita sehingga menjadi sebuah balada cinta yang di dalamnya diiringi genderang cinta yang jatuh, dan bunyi biola memekakkan telinga hingga senarnya putus.

Aku mohon kerestuanmu. Aku kisahkan abadi cinta. Aku abadikan kisah cinta.

Maukah kamu mengizinkan aku?

Advertisements

Foto: guardian

Kata kamu, jarak tak ada artinya bagi cinta. Iya, sesaat setelah aku merasakan rindu. Jarak tak ada apa-apanya dibanding rindu yang terbangun di antaranya.

Rindu itu dimulai sedetik sejak lambaian tanganku ke arah pesawat itu.

Rindu itu dimulai sekejap dari saat pesan “hati-hati” yang aku kirimkan.

Aku tidak pernah mengerti dengan rindu. Sebuah paradoks yang kompleks. Terlalu rumit untuk cinta yang sederhana ini. Jarak membuatku rindu padamu. Namun bertemu denganmu justru membuatku semakin rindu.

Jarak selalu memperparah malam-malamku. Prasangka itu sulit, sayang. Menahannya semalaman suntuk hanya meyakinkan diri tidaklah mudah. Percaya, tapi semuanya tidak semudah itu, karena bukan akulah yang sesungguhnya kamu tunggu.

Aku tak sanggup jika harus menahan jarak sekaligus menahan perasaan. Apalagi dengan jarak yang terbentang antara kita saat ini. Jarak yang sepertinya tak sanggup aku tempuh dengan berjuta kayuh sekalipun.

Jarak antara prasangka, menebak-nebak jika kamu memikirkan aku seperti aku memikirkan kamu. Tanpa ada dia.

Jarak antara tiga hati. Aku padamu. Kamu padanya.

Aku sedang menunggu lelah meremukkan tapal kaki ini hingga tak lagi berdiri di antara jarak ini. Entah kapan.

Memang benar katamu, jarak tak ada artinya bagi cinta. Dan kamu mungkin tak pernah menghadirkan cinta.