Bagaimana Jika…

Foto: Juneee

Terus saja memendam rasa. Memang tak terasa sampai semuanya hampa.

Apakah kamu pernah membayangkan? Kamu terus memendam rasa untuknya. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.

Kamu pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak mendapatkan sapanya, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.

Apa kamu pernah mengharapkan? Menapaki jalan yang berbeda setiap harinya. Kemudian menghentikan pencarian jalan dan terus melewatinya ketika tahu bahwa dia juga menginjakkan kaki di sana. Berpapasan dengannya secara pura-pura tidak sengaja.

Pernahkah kamu memikirkan? Semua sumringah yang menyelinap ke dalam kelopak mata. Mengganggu semua mimpi yang hendak hadir. Mengubah semua benak menjadi layar putih, memproyeksikan khayalan demi khayalan tentang dirimu. Hanya karena kamu menyebut namaku, meski tidak dengan benar.

Namun apakah kamu pernah melamunkan? Bahwa sesungguhnya dia melakukan hal yang sama denganmu, hanya saja dia sama keras kepalanya denganmu. Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu.

Semuanya dilalui sampai waktu yang lama, lebih lama dari yang pernah kamu bayangkan. Hingga masing-masing dari kamu lupa, kemudian menemukan sangkar hati yang baru. Bagaimana jika, ketika kamu merasa bahwa yang kamu dapatkan sekarang benar-benar untukmu, kamu mendapati dia yang pernah kamu cinta dalam diam, ternyata juga mencintaimu. Dalam diam.

Bagaimana jika…

24 comments
    • agus said:

      izin share om kerennnnn

  1. Dita said:

    ka Oka, saya pernah rasakan ini ketika saya duduk di bangku SMP. Belum terlalu pantas memang jika sudah memikirkan hal itu… tapi entah mengapa ketika itu saya merasa sangat cukup untuk memandanginya lalu melihat senyumnya, memperhatikan tingkahnya yang konyol. Membuat hati ini bergetar. Terlebih saat kami curi-curi pandang. Dan itu hal yang tak pernah bisa saya lupa dan selalu bertanya-tanya ” apakah dia pun punya perasaan yang sama?”..Pertanyaan itu pun belum bisa terjawab hingga saat ini. Yang buat diri saya makin aneh mengapa sampai sekarang perasaan saya masih sama seperti dulu. Ketika dia datang menghadiri acara reuni dan mendekat ke kumpulan detak jantung tak beraturan, malu, dan canggung itulah yang saya rasakan.Persis tak pernah berubah. Sesekali saya meliriknya dan kami sempat bertatapan. Dalam hati saya bertanya :apakah dia pun memiliki perasaan yang sama? atau justru tidak sama sekali? dan… apakah perasaan ini benar ketika saya sudah memiliki ‘sangkar hati’ yang lain?
    .

  2. Rindhi Andhika L. said:

    Okaaaaaa .. aku izin cOpy Trus aku masukin ke bLOg aku yaaaa .. xixixixixi ^_^v

  3. nissanny said:

    ngena banget nihhh😥

  4. cutheew said:

    dear abang oka,
    ketika kamu mencintai seseorang secara diam2, sadar atau enggak, ada banyak orang yang diam2 mencintai karya2mu.
    bagaimana jika diam2 ada orang yg tak pernah melewatkan kicauanmu dilinimasa?
    bagaimana jika orang tersebut memiliki sisi realita yg hampir sama dgn tulisan2mu?
    bagaimana jika tiba2 ada rindu yg mengudara dikepala kemudian berubah menjadi angan? bahkan ada orang yg tak pernah jemu memaksa waktu untuk bisa saling temu.
    lalu bagaimana jika orang tersebut adalah aku ?
    hehee eceknya deng😀

    tetap berkarya bg landakgaul,
    banyak yg setia mjd secret admirermu diluar sana termasuk aku🙂

  5. dewee said:

    ini ceritanya kok sama ama sy? :'(…miris mendapati org yg sangt kita cinta ternyata jg mencintai kita dlm diamnya…tapi mau apalagi kita sdh terlmpau jauh dan punya pasangan.masing2

  6. denok zakiyah said:

    postingan ini gue banget, Bang!!

  7. Tea said:

    kalo kita jadi secret admirer dari orang yang udah taken, apa harus kita jujur juga kaya yang lo bilang?😐

  8. @nabilahannisa said:

    Yaampun semoga aja terjadi di gue juga, sama banget mencintai dalam diam -___-

  9. Reblogged this on and commented:
    “Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu….”

  10. hana muthia said:

    Maaaaay!!!!!!

  11. Swan said:

    suka banget bang. ngena parah….

  12. Shofia said:

    Tulisan lu yang ini kampret banget deh bang. Ngena-nya tuh di siniiii *nunjuk nunjuk hati*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: