Kita, Hanya Sisa-Sisa Rasa Putus Asa

Foto: spesial

Aku mencari-cari. Aku mencari sosok dirimu. Mengikuti sejejak demi sejejak langkahmu. Membaui bayang demi bayang. Semuanya menuntunku pada satu tempat yang sepertinya tak asing lagi.

Di tempat itu aku melihat ke sekeliling, terhampar padang ilalang membuat mata memincing. Matahari oranye melukiskan siluet wajah yang aku kenal. Bukan kamu.

Aku mencari lagi, ke tempat bumi tak berputar lagi. Tempat di mana yang berkuasa hanyalah hati. Namun apa yang aku dapat? Masih kamu, dalam bayangan.

Aku membuka pintu usang, di baliknya hanya jurang. Aku melihat ke dalamnya. Tidak tidak. Aku menatap jurang itu. Aku tahu aku pernah bertemu dan menatap sedalam ini. Ya, matamu.

Di dasarnya aku menemukan kamu. Kamu yang dulu.

Dan kini kita, hanyalah sisa-sisa rasa putus asa.

6 comments
  1. imeeina said:

    Bang gue jatuh cinta sama lo, sama tulisan lo, serius.

    • Aku juga. Serius, bukan ciyus. Karena pria sejati menunjukkan keseriusan, bukan keciyusan.

      • Ciyus?Miapah? Eh maaf, serius? Jadian yuk bang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: