‘Tamparan’ Untuk Pemendam Perasaan

Foto: kaie3yelleee

Foto: kaie3yelleee

Duduk. Dan berpikirlah.

“Aku yang lebih sayang sama kamu dibanding dia!”

Kalimat itu bukanlah sebuah persoalan, karena besar atau tidaknya sebuah sayang tidak akan berarti apa-apa kalau semua itu cuma dipendam.

Memendam perasaan bukan cara yang bagus untuk menunjukkan seberapa besar sayangnya kamu untuknya.

Risiko terbesar memendam perasaan adalah melihat dia dimiliki seseorang yang sayangnya tidak sebesar sayangmu.

Mau sayangmu lebih besar dari sayangnya, atau biarpun kamu yang lebih dahulu jatuh cinta padanya, semuanya sia-sia jika hanya dipendam.

Kamu boleh bangga punya sayang lebih besar atau lebih dulu jatuh cinta padanya, tapi pemenangnya tetap mereka yang mengungkapkan.

“Memendam perasaan” adalah makhluk yang akan menggerogoti hati sendiri… sampai habis. Tak bersisa.

Memendam perasaan adalah bom waktu. Tinggal tunggu, meledak menjadi ungkapan perasaan, atau menjadi ledakan tangisan.

Memendam perasaan karena takut jika mengungkapkan malah membuat jauh? Justru dengan memendam, kamu menjauhkan hati kamu, dengan hatinya.

Mereka yang sayangnya lebih besar tapi dipendam, terduduk di pojok hati penuh ruang. Mereka yang mengungkapkan, tersenyum menang.

Perasaan. Semakin dipendam, semakin tenggelam. Dalam diam.

Pada akhirnya, sayang yang lebih besar, cinta yg lebih dulu ada, tak ada apa-apanya jika dibandingkan rasa yang diungkapkan.

Untuk kamu yang memendam perasaan, selamat menunggu… selamanya.

42 comments
  1. Kadang memendam perasaan lebih berharga, bang. Itu kalau belum tahu perasaan mau dibawa kemana. Dibanding mengungkapkannya.

  2. Luthfiyah D.R. said:

    Ngena-abis. Takut bgt kalo nanti dia jauh. Dia jauh=ga ada kebahagiaan sederhana di dalam hidup…

  3. septi said:

    ” justru mencintai dalam diam itu akan mengantarkan kita untuk belajar ketulusan, belajar mencintai apa adanya, jodoh tak kan lari kemana, wanita yang baik untuk laki2 yang baik dan sebaliknya

    • ZM said:

      Ad yg pernah dgr crita cinta Ali bin abu Thalib sama Fatimah? Coba deh baca… Gk klah bgusx crita cinta mreka… Disatukan dalam diam… Yg baik untuk yg baik …

  4. yoga said:

    terimakasih untuk racikan nya.
    Saya selalu menunggu racikan yang akan datang

  5. Pingback: Kamu, Rang

  6. nana said:

    Gue setuju sama lo bang, walaupun gue cewek gue berani ngungkapin perasaan duluan walaupun hasilnya gak sesuai harapan tapi serius, lega banget. Move on menjadi lebih mudah jika kita tau sebua kepastian hehe

  7. dewi said:

    klo dia sudah berdua apa perlu kita ngungkapin? yag ada merusak hubungan orang dong bang

  8. ule said:

    “Memendam perasaan karena takut jika mengungkapkan malah membuat jauh?”. Dulu emang dipendam tapi skg udah diungkapin bang, dan alhasil semakin menjauh semakin mengabaikan.
    Pengabaiannya sangat dahsyat, Cintaku juga sangat dahsyat. Apa kami impas(?)

  9. “Memendam perasaan adalah bom waktu. Tinggal tunggu, meledak menjadi ungkapan perasaan, atau menjadi ledakan tangisan.”

    bisa jadi juga ledakan amarah, buah dari terlalu lama memendam, menghadapi dunia yang tidak seperti apa yang diinginkan. kadang terjadi, kan? hehee

    tulisannya bagus, anyway. nggak nyangka kalo peraciknya ternyata laki-laki🙂

  10. lee mar'atus said:

    Kalo cewek ke cowok gimana? -_____-

  11. nisa said:

    bang😦 gue lama banget dari pertama masuk sekolah sampe sekarang, dan pernah sih dulu dia dimiliki orang pas aku suka. ya beginilah nasib🙂 terima saja😐

  12. Reblogged this on Planet Venus and commented:
    tapi kadang tetep aja ada yang sepertinya lebih baik kalo terus dipendam, ketimbang diungkapkan tapi malah jadi “trigger” buat masalah lain. iya sudah jangan kuatir, kamu bukan pemendam yang sendirian. ada aku juga kok ☺

  13. Acil said:

    Tp kalo misalnya diungkapin bikin dia malah ngejauh, gmn tuh bang?

  14. Mita said:

    Kalau dia udh tau kita sayang sama dia, terus dianya malah biasa aja gimana? Apa masih pantas untuk dipertahankan?

  15. hana muthia said:

    “selamat menunggu…selamanya.”

  16. indah setyo said:

    sumpaaah tulisan tulisan lo bagus, dan jatuh cinta ditulisan yang ini. asli lo perasa banget ya ka? wkwkwk

  17. JunhoJuri said:

    Ngena amat kata-katanya:(

  18. aku pernah loh mengungkapkan duluan, hasilnya gak bagus, dan trauma hingga saat ini. memendam lebih baik :’)

  19. Alhamdulillah bang, gue berhasil ‘memendam’. Memendam dan meledak dalam tangis! #tragis
    Tapi dalam tangisan itu, gue berhasil menghilangkan perasaan sayang gue. Mungkin terlalu lelah. Sekarang sih udah hampir hilang rasa..

  20. Confess quicker so you’ll be either happier faster or give up faster. – Daddy Long Legs
    Masuk akal kan :’)

  21. Nah kalo uda jadi mantan gimana bang? Apa iya diungkapin lagi? Bukan move on? Begitu….

  22. wiyawiya said:

    Ngena banget aseli bang,aku sudah setahun inimemendam perasaan sama doi dan tanpa tau apa yg aku rasain ke doi begitupun sebaliknya

  23. desypermatasari said:

    bagaimana jika seorang lelaki yg disuka itu adalah lelaki islami yang bahkan tidak tertarik untuk menjalin cinta sebelum kuliahnya selesai?

    • Mencinta berarti menyesuaikan.
      Kalau yang seperti itu, berarti ya nunggu dia nikahin kamu. Kalau waktu itu nggak kunjung datang, ya berarti dia bukan jodoh.

  24. mayang larasati said:

    Jadi gimana kalo cewek kak?😦 dia gak peka sih:(

  25. erlita mirdza said:

    gue udah 3TAHUN kodein dia bang tapi cuma dikasih harapan palsu doang 😢and akhirnya gue memilih untuk diam -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: