Menunggu yang Pasti Bisa Lebih Menyakitkan

berpisah

Apa yang lebih pahit dari menunggu yang tidak pasti? Adalah menunggu yang pasti, tetapi sudah jelas akan terasa menyakitkan.

Seperti sebuah cinta yang sedang kita jalani. Antara aku dan kamu, yang berbeda dari berbagai sisi. Perbedaan demi perbedaan tidak teratasi, bukan hanya dari dalam tapi juga dari luar diri, semuanya bergumul menjadi emosi.

Ada yang aneh dari hubungan ini. Aku dan kamu tahu ini hanya sementara, ini akan segera berakhir. Akan tetapi, kita tetap memaksakan keadaan. Kita jalani ini seada-adanya.

Aku sudah tahu apa akhir dari hubungan ini, begitu pun kamu. Tapi kita berdua seakan seperti Frodo dan Sam menentang dunia, berdua menyusuri jalan yang mustahil menuju Mordor. Mereka berdua berhasil. Namun kenyataan bukanlah Medieval. Kita bukanlah Hobbit.

Waktu itu -waktu yang tidak kita tunggu tapi tetap akan datang itu- selalu menghantui. Aku hanya ingin menghabiskan detik demi detik sebuah penantian menuju perpisahan, dengan membuatmu tertawa bahagia. Namun semakin aku melihat gelak tawa itu, semakin ditancap hati ini rasanya dengan sebilah sembilu.

Semakin aku menunggu waktu itu, semakin sakit hati ini aku siapkan. Mempersiapkan singgasana bagi nyeri yang kelak tak kunjung usai. Kepedihan yang akan berlangsung selamanya. Seumur hidup ini.

Dan ketika aku membekap luka ini sambil menahan perih, semoga kamu menemukan dia yang mendapat restu,… yang satu Tuhan.

Sumber foto

31 comments
  1. kusumaaaa said:

    Sumpah langsung nyeeessss. Tapi Tuhan itu cuma satu bang, kita yg tak sama

  2. nina said:

    aaakkk bagus banget iniiii

  3. tria ishara said:

    *nangis* *geletakan* *jerit-jerit*

  4. Masih pagi, masih ngumpet di balik selimut. Baca ini, tbtb netes gtu aja. Ah cepat atau lambat semua terjadi, seperti bang landak katakan tadi (>̯͡.̮<̯͡)

  5. harlie said:

    ketemu sinyal >> cek email >> buka postingan >> dan kemudian hening *tertunduk diam*

  6. Prela said:

    Sejenak ga nyangka ini sesuai yg lagi dirasain…………………lebih baik putus hubungan drpd menjalani dgn keadaan yg berbeda.

  7. gustya said:

    Aa keren banget ini bang kata katanyaa ! Bang bikin sound cloud tentang orang yang mau pisah sama kk kelas yg udh mau lulus dongg.

  8. Aku jatuh cinta…..jatuh cinta dengan tulisanmu, kak muehehehe🙂

  9. a.matt said:

    apa arti cinta sebnar.a

  10. Hemm,
    Mungkin bukan dia , tapi yakinlah akan ada cinta seperti cinta nya🙂

  11. syifa said:

    Tuhan memang satu, kita yang tak sama…haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi:’)

  12. Karina Aprilia said:

    “semoga kamu menemukan dia yang mendapat restu”
    Kata-kata ini nusuk bener di hati😥

  13. Lia Slalu Menanti said:

    Pengkhianatan cinta !!

  14. sinutoara said:

    eossssss:(((((((

  15. aku sedang berada diposisi itu, mencintai org yg jelas jelas tak akan diberi restu. saat ini hanya menunggu waktu dimana kami akan dipisahkan. aku benci memperjuangkan juga melepaskan. Ku harap Tuhan-lah yang memberi jawaban terindah. Racikannya enak🙂

  16. hastari said:

    Damn it bang :’)

  17. anon said:

    Kamu lebih cinta dia atau Tuhanmu ?

  18. Tuhan itu cuma satu, hanya saja setiap orang mempunya panggilan tersendiri untuk Tuhannya. Keadaan yang seperti itu selalu ada disekeliling kita, mereka bahagia sekaligus memedam luka.

  19. Aprilia Eka Putri said:

    yaampun ini ngena banget yaaa:’)
    waktu itu pernah denger ‘cinta beda agama itu cuma satu masalahnya. Kamu lebih memilih Penciptanya atau Yg diciptakanNya’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: