Dari Mereka yang Sedang Menunggu

Pertama, tekan play lagu ini sebelum kau membacanya, dan mulailah membaca saat liriknya mulai dinyanyikan.

waiting

Jika ada penghargaan untuk kegiatan paling menyiksa di dunia ini, maka pemenangnya adalah menunggu. Ya, menunggu akan menjadi jawara berturut-turut selama berwindu-windu.

Ini adalah surat-surat dalam paragraf, dari mereka yang sedang menunggu.

Menunggu seseorang untuk sadar. Tidak peduli berapa kali pun aku muncul di hadapanmu, aku berakhir hanya menjadi bayangan. Setiap denyut detik yang aku habiskan hanya untuk menerka apakah sebenarnya kamu menyadariku atau tidak. Bahagiaku terlalu mudah, hanya dengan tak sengaja bertukar tatap. Namun sedihku terlampau lasuh, cukup karena tak bertemu denganmu di waktu dan tempat biasanya kauhadir. Aku tak sedang menunggumu untuk sadar, kau sudah sadar. Aku pun sadar, nahasnya kau dengan sadar tak menyadariku.

Menunggu jawaban. Ada alasan mengapa sesosok hantu bisa penasaran, ada sesuatu yang tertinggal. Tanda tanya yang besar dan berjumlah jutaan menggantung di pikiran. Semuanya menanti jawaban. Jawaban yang bahkan waktu tak bisa menjawabnya jika bukan dengan bantuanmu. Hanya kamu, yang bisa memberikan jawaban. Namun meski kamu bisa, sayangnya kamu tak mau.

Menunggu kamu mengerti. Kita selalu berujung pada mencari siapa yang salah. Lalu semua berakhir dengan aku yang mengalah. Rasa ini hanya aku yang mengerti. Yang kamu yakini, kamulah yang benar sendiri. Mengerti bukanlah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi setidaknya, aku berusaha.

Menunggu yang tak pasti. Aku berjalan menujumu, kamu berlari menujunya. Aku menunggu kau sendiri kembali, yang entah harus berapa tahun cahaya. Namun ketika waktunya datang, secepat kilatan cahaya pula kau kembali sudah ada yang punya. Lalu aku menunggu lagi. Dan lagi. Satu pertanyaan yang paling aku kesalkan, “Mengapa kamu terus bertahan bersama dia yang membuatmu tidak bahagia? Mengapa tidak denganku?” Lalu aku tersadar dengan jawaban yang terhembus dari angin di malam ini, “… Karena kau cuma menunggu.”

Menunggu kembali. Semua yang pergi tak bisa dengan mudah begitu saja kembali. Terutama jika yang pergi adalah karena kesalahan sendiri. Tak ada objek yang bisa disalahkan selain diri. Memutar waktu pun mustahil karena hidup bukanlah film fiksi. Satu hal yang aku ketahui, sedetik setelah kamu pergi aku hidup dalam bayang-bayang depresi.

photography-quote-text-wait-Favim.com-433143

Menunggu cinta sejati. Sebagian orang, terlalu tak sabaran untuk bertemu orang yang tepat. Padahal, sesuatu yang indah tidak pernah datang dengan mudah. Cinta sejati butuh patah hati. Orang itu tak akan dikatakan orang yang tepat jika tak muncul di waktu yang tepat. Mungkin, bukan sekarang. Setiap kali aku ingin berteriak dan bertanya “Tapi kapan?”, aku harus menahannya, lalu menghela napas panjang, tersenyum, dan fokuskan memperbaiki kualitas diri. Orang yang tepat hanya akan datang ke kehidupan orang yang tepat pula baginya. Tepatkah kamu bagi dia yang tepat?

40 comments
  1. Aku kok sedih ya baca ini~😥
    Keren bang..

  2. Dea Alfera said:

    Menunggu yg tak pasti hanya dengan menerka, menyakitkan.
    Suka sama kalimat terakhirnya bang🙂.

  3. Orang yang tepat datang untuk orang yang tepat pula baginya ….
    Moto hidup saya sekarang.
    Sebagai seorang wanita yang ingin lelaki terbaik tentu saja harus menjadi wanita terbaik pula.
    Amin……

  4. yanita sukmasary putri said:

    Pertama kali baca tulisan tulisan lo bang, dan sekalinya baca sedih parah

  5. sahnaz fauzannah said:

    izin repost:))

  6. Astuti said:

    tiba-tiba nangis baca ini
    “Aku tak sedang menunggumu
    untuk sadar, kau sudah sadar. Aku pun
    sadar, nahasnya kau dengan sadar tak
    menyadariku.” sedih bang, tulisannya seolah-olah bercerita tentang pengalamanku.

  7. sikaoktaa said:

    sedih bang :”” aku menunggu dia yang sedang menunggu orang lain. gatau sampe kapan😂

  8. Bang oka.. dan aku selalu nunggu kamu nulis di blog ini. :’) makasi selalu bikin tulisan yg pas bgt nancep di hati.

  9. “…jika yang pergi adalah karena kesalahan sendiri. Tak ada objek yang bisa disalahkan selain diri.” bang ini kayak dilucuti, transparan banget.

  10. afyska ayu santoso said:

    Sesuatu yang indah tidak akan datang dengan mudah:”)

  11. Ajeng Ayu Pertiwi said:

    Izin share ya bang :”)

  12. pukko said:

    Nice :’)

  13. Yuli said:

    baru pertamakali baca tulisan bang oka langsung jelep banget ke hati

  14. aditya nugroho said:

    kesindir banget sama kata-kata yangmenunggu karena kesalahan sendiri

  15. tulisan ini nohok banget, terutama bagi gue. yang sedang nunggu. makasih untuk selalu melahirkan tulisan-tulisan yang…ahsudahlah~

  16. winaa said:

    Huaaaaaaaaa

  17. menurutku menunggu itu sangat sakit, apalagi menunggu yg sudah bersama. selanjutnya apa yg dilakukan oleh, sang penunggu, Bang ?

  18. thewieggy said:

    so should i say it out loud in front of him? keren tulisannya

  19. katamiqhnur.com said:

    kren bang. salam kenal ya bang..😀

  20. Namira Shafira said:

    Bacaan malam Jumat banget ini sih….

  21. Amalidong said:

    Ini ini ini ah sudahlah.

  22. Maharani puspa ratu said:

    Kok nyes banget sih bang ? -_-
    Bang , bang oka !!!! Gua mau crta sdkit ke elo . Gua tegep bang , tegep coy !!!
    Gue lagi chat sm gbtan, trus rencana ny gue capture chat an gue sm gebetan itu ke sahabat gue . Soalny kbtlan gue jg lg crta ama dia . Dan begok nya , capture-an tersebut salah kirim . Bukan ny tekirim ke temen gue malah ke gebetan . Spontanitas dy langsung nnya , itu knpa di capture ? Nah menurut pendapat loh ni bang sebagai cwo , klo ad yg kek gitu ke lo gmna ? . Mgkn emg bisa biasa aja sih , tapi you know lah bang cewekk bro . Kek gituan dikit udem tegep gitu rasanye.

  23. rava said:

    Badaai nulisnya. Kena bgt haha

  24. Oka selalu berhasil bikin hati ini nyut-nyutan TT^TT
    *garuk-garuk dinding*

  25. safina said:

    ketika menunggu kadang tetap menjadi sebuah penyesalan🙂 suka banget sama semua tulisanmu bang.. dengan membaca aku mengerti harus tetap bertahan atau melupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: