Untuk Kamu yang Jauh

tumblr_nali5tdOat1rxwlxqo1_500

Tidak ada lagu lain yang bisa menggambarkan apa yang aku rasakan di malam hujan selain lagu ini:

Ini malam kedua belas sejak terakhir kita bertemu. Namun terasa seperti selamanya. Sedangkan waktu bersama kamu, seperti durasi selamanya dibagi selamanya lalu diakarkan dengan selamanya. Lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan seokor Hummingbird untuk melancarkan satu kepakan sayap.

Januari boleh berlalu. Namun sebelum januari yang baru datang, aku tetap merasa seperti baru jatuh cinta. Jika ada ceruk cawan terbesar dari langit, maka akan retak untuk menampung rindu yang beringas ini. Jika ada awan yang pantas menurunkan hujan paling romantis, maka dia akan gigit jari mendengar setiap doa lirih yang di dalamnya terselip namamu.

Satu hal paling aku benci dari pertemuan kita adalah debar di dada yang rasanya seperti baru pertama jatuh cinta. Satu hal paling berat ketika bertemu kamu adalah pada saat perjalananku pulang kembali ke bumi. Bumiku yang tanpa kamu.

giphy

Dari dalam sini terlihat hujan deras. Jika orang-orang bersuyukur tetap di bawah atap, sedang kepalku harus bergemeretak karena diri ini tak dapat menjangkaumu dalam dekap.

Jarak.

Jarak ada untuk ditempuh. Bukan untuk dikeluh karena jauh.

Aku selalu percaya semua yang indah tak pernah bisa didapat dengan mudah. Semua yang berarti, menuntut untuk korbankan diri. Kita, pergi ke arah yang berlawanan, bukan untuk menjunjung sebuah perpisahan. Kita hanya sedang memantaskan. Kita harus mencoba mengarungi belantara sendiri. Menghadapi masalah yang rumit dengan kemampuan diri.

Bersamamu, segalanya terasa lebih mudah. Pasti.

Namun aku selalu ingat apa yang hidup ajarkan, yang selalu ayah katakan,

“Kita tak bisa selalu mendapatkan apa yang kita mau di waktu yang kita inginkan. Tuhan lebih tahu. Doamu bukan tidak dikabulkan, hanya saja digantikan dengan yang lebih indah, atau disimpan sampai waktu yang lebih indah.”

Aku selalu percaya waktu itu akan datang. Waktu di mana kita menghadapi kerasnya dunia bersama. Waktu di mana kita bisa menari di bawah hujan bukannya menunggu badai reda. Waktu di mana aku merasa baik-baik saja ketika genggam tanganmu ada.

Layaknya sebuah mutiara, aku harus menyelam lebih dalam untuk mendapatkan keindahannya. Maka aku mengerti. Selagi aku terus ditempa dunia, aku tetap harus menghadap ayahmu, mengajaknya bicara, mendekatinya. Karena apa? Aku harus sehebat, setenang, dan semengerti beliau dalam menghadapimu.

Karena jika aku tak sesayang ayahmu, aku tak layak untuk duduk berdua denganmu mengenakan tudung putih bersandingan, menjabat tangan beliau, mengucap nama kamu, mengambil alih tanggung jawabnya untuk membahagiakanmu.

Percayalah, aku sanggup.

Kita hanya perlu bersabar.

Ketahuilah satu hal. Jarak dan waktu antara kita besarnya tidak pernah melebihi rasa sayang yang ada.

35 comments
  1. This is definitely how man should be. Men should read this and man up!

  2. tantiwulandr said:

    ahhh abang okka bener bener deh.. ayoooo bang lamar aku :3 *eh

  3. rrriru said:

    masyaAllah kata katanya bang oka :’)

  4. aaak! Harusnya dia bisa seperti ini baang.. Berjarak itu memang pedih, tapi mungkin gak sepedih kalo sama-sama berjuang yaaa :”)
    Btw, nikahi aku sekarang baaaang ;D

  5. Rini said:

    duh bang gue sampe mimisan nih bacanya

  6. Annisaaaa said:

    aaaah keren banget kata2nyaaa bang😀 your my inspiration;;)

  7. Bunga junita said:

    Dan lagu RAN – Dekat di Hati pun mengalun ~~~

  8. Bang juara banget dah bikin cewek meleleh :’) seakan-akan tulisannya itu ditujukan buat yg ngebaca, kan aku jadi GR😦

  9. raza said:

    Lagi nungguin yg di jogja lg memantaskan diri :’))))))

  10. Syara Sofia Julianur said:

    Keren banget tulisannya! Parah! Ampe nangis ini! Gue juga lagi sedang nunggu seseorang yg sedang memantaskan diri :’))

  11. rivaldi said:

    sssssstttt, aku siap menggantikan posisi ayahmu.. bismillah..😐

  12. Subhanallah, mas dara .. tulisanmu kerennyaaa pake bingitttt..jika saja aku punya banyak jempol. Sudah kuberi semua buatmu mas dara🙂

  13. Baca ini, imajinasi gue ngebayangin lo lagi ngaca dan meyakinkan diri gitu. Hahaa. Ciee yang sudah memantabkan diri dan hati, Selamat ya abaaaaang. Semoga segala urusan kedepannya dipermudah. Aamiin. Icaa kaleee bang undangan mampir ke kite2 panggilan jadi panitia penghabis makanan siap kok. Haha.Undangannya plus ketcjuup yaa. :p

    • Pastinya. Undangannya diserahin langsung kalau perlu.

      • Oh, terima kasih lah abang. Duh. Padamu lah bang. Hahahaa. Tp kalo sibuk bisa kok lewat pelantara aja via…via… :)) ditunggu juga yah cerita2 menuju hari yang menegangkan dan membahagiakannya. Di blogg ini.

        Eh iya bang gue masih penasaran sama si Alan itu. Itu yah, yg ada di komen? Apa masih salah?

      • Ada deeeh.
        Nanti kalo ketemu pas hari H gue kenalin.

  14. Jangan sampe gue yang nagih yaa bang. Janji yaa! *eh kok maksa*

  15. Nuur Astri Fitria said:

    Dari setiap tulisan yg gw baca, baru kali ini gw nemu yg setiap kata2nya bikin gw merinding bang. Sumpah ini tulisan paling menyentuh yg gw baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: