Archive

Tag Archives: Semesta


Foto: spesial

Aku selalu berprasangka baik pada semesta
mereka punya rencana
mereka, atau Dia, entahlah
semesta berkonspirasi
menyajikan, memisahkan kenyataan dan angan
hanya untuk membuat mata (hati) terbuka
bahwa hidup tak selamanya sesuai harapan
untuk apa?
Supaya kita tidak berhenti berharap
berharap keadaan menjadi terus lebih baik
harus ada keadaan buruk sebelum menjadi baik, bukan?
Jangan remehkan kinerja semesta
mereka dibantu Tuhan (atau sebaliknya?)
Yang pasti kolaborasi mereka mematikan (kadang menghidupkan)
apa yang mati dan apa yang hidup?
Cuma kita yang bisa menjawab
entah itu angan, harapan, atau kenyataan
tinggal pilih*

Sekian

*kadang dalam soal tersirat jawaban “semua benar” atau “semua salah”

Advertisements

Foto: wikipeers

“Aku sakit hati. Tunggu saja, karma akan membalasmu.”

Sepenggal kalimat tadi sering kita dengar di acara sinetron, atau terdengar dari mulut sendiri atau hati kecil kita.

Karma. Mungkin itu salah satu alasan yang membenarkan kita menjadi seorang pendendam, dengan meminta bantuan semesta, dalam kasus ini, Tuhan. Apakah Tuhan begitu pendendam dengan mengajarkan dendam kepada umat-Nya? Atau Dia hanya berlaku adil? Entah, yang aku tahu, nabi mengajarkan untuk mendoakan yang baik meskipun kepada orang yang berbuat jahat pada kita.

Namun kita hanya manusia biasa. Ya, itu alasan yang paling sering dilontarkan ketika kita tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menjadi manusia yang luar biasa.

Ketika mendapatkan sesuatu yang buruk dari orang lain, kita sering memohon Tuhan ‘membalaskan dendam’ dengan berucap, “Biar Tuhan aja yang balas.”

Bagaimana jika perlakuan buruk itu merupakan balasan ‘dendam’ orang lain yang pernah kita sakiti pula di waktu sebelumnya, yang dia titipkan melalui Tuhan? Sekali lagi, entah.

“Mata harus dibayar dengan mata.” Seorang pendendam biasanya memiliki prinsip seperti itu, atau lebih buruk. Namun aku ingat apa kata Mahatma Gandhi.

“‘Mata dibayar dengan mata’ hanya akan membuat dunia (kamu) buta.”